Wisata Setigi Bukit Kapur Gresik

Lokasi wisata setigi berada di desa Sekapuk Ujungpangkah Gresik. Wisata setigi merupakan lokasi penambangan batu kapur yang sudah ada sejak dulu. Setigi merupakan kepanjangan dari selo (batu), tirta (air) dan giri (gunung).
Wisata setigi ini termasuk wisata yang resmi dibuka pada tanggal 1 Januari 2020 lalu. Sebelum resmi dibuka, memang sudah ada beberapa pengunjung dari daerah sekitar saja.
Di area wisata ini menyediakan fasilitas belasan spot selfie unik yang bisa dijadikan latar belakang mulai dari patung gupala, dwirapala, miniatur masjid persia, patung nogo giri pancoran , pahatan sisa tambang batu kapur dan masih banyak yang lainnya.
Ada juga spot foto lainnya yang instagramble seperti  jembatan peradaban, rumah adat honai, rumah apung, Monumen Setigi dan pahatan nogo puspo yang semuanya ada di lokasi wisata setigi.
Selain itu kamu juga dapat mengunjungi tempat-tempat menarik lainnya seperti candi topeng nusantara, gerbang gaib, patung semar, goa pancawarna
Harga tiket masuk per orang Rp.15.000 untuk dewasa dan Rp.10.000 untuk anak-anak. Lain lagi bagi tarif parkir yang untuk pengguna sepeda motor hanya Rp.5000 dan untuk pengguna mobil Rp.10.000.
Wisata setigi buka setiap hari mulai jam 07:00 sampai jam 17:00. Apalagi pada hari Sabtu dan Minggu banyak pengunjung yang berdatangan. Bahkan sampai macet di jalan raya ketika menuju pintu masuk wisata.

CC: Nur Khafidloh

Pantai Pasir Putih Delegan


Sebagian wilayah Gresik merupakan perbatasan dengan pesisir pantai utara. Jadi ada wisata pantai di Gresik yaitu pantai pasir putih. Pantai pasir putih terletak di desa Dalegan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Obyek wisata ini terletak 40 kilometer dari pusat kota Gresik, yang bisa ditempuh dengan menggunakan jalur darat. Harga tiket masuknya hanya 10 ribu per orangnya. Wisata ini buka mulai pukul 07:00 sampai pukul 17:00.
Meskipun berada di wilayah Gresik, namun lokasi Pantai Dalegan juga tidak jauh dari Lamongan. Sehingga lokasi destinasi wisata ini bisa ditempuh melalui Gresik maupun Lamongan.
Untuk calon pengunjung yang berasal dari arah Gresik atau Surabaya, bisa melewati Sidayu yang dilanjutkan melalui hutan jati Panceng. Sementara bila berasal dari arah Lamongan, bisa mengikuti jalur Wisata Bahari Lamongan (WBL) menuju ke arah timur.
Pantai Dalegan telah menyediakan berbagai sarana bermain anak, seperti banana boot, gazebo, perahu wisata, ayunan. Di pantai in juga tersedia tempat bilas, kamar mandi, musholla dan area parkir yang luas.
Jika mencari permainan yang lebih menantang maka bisa dicoba untuk bermain banana boat atau donat boat. Permainan ini akan memacu adrenalin para pengunjung. Namun jika ingin permainan yang lebih santai, pengunjung bisa menaiki perahu bebek yang dikemudikan dengan cara mengayuh. Jika ingin menikmati suasana laut dengan lebih santai lagi, pengujung juga bisa menikmati perjalanan singkat ke tengah laut dengan menyewa perahu. Biaya sewa perahu adalah sepuluh ribu rupiah per orangnya.

CC: Nur Khafidloh

Nasi Krawu Khas Gresik

Banyak sekali kuliner khas Gresik, salah satunya nasi krawu. Nasi krawu merupakan makanan khas dari daerah Gresik, Jawa Timur. Cirinya adalah nasinya yang pulen dan disajikan dengan daun pisang. Lauknya dapat berupa sayatan atau suwiran daging sapi, sambal terasi atau juga sambal petis, serundeng serta telur asin. Sambal terasi atau sambal petis yang disajikan bersama dengan nasi krawu memiliki rasa pedas yang khas.
Keistimewaan dari nasi krawu terletak pada lauk pauknya yang terdiri dari daging suwr, serundeng dan sambalnya. Daging suwir ini merupakan daging sapi yang dimasak bersama jeroan sapi seperti babat, usus, hati dan kemudian disuwir-suwir. Lalu untuk serundengnya disajikan dalam dua varian warna, yaitu kuning dan merah. Sedangkan untuk sambalnya merupakan sambal pedas yang memiliki rasa khas dan sangat menggugah selera.
Salah satu ciri khas dari Nasi Krawu ini adalah penyajiannya yang disajikan di atas selembar daun pisang atau pincuk’an. Daun pisang tersebut kemudian diisi nasi dan disusul dengan daging suwir, serundeng dan yang terakhir adalah sambal.
Nama Nasi Krawu sendiri berasal dari istilah krawuk, yang dalam istilah masyarakat Gresik berarti “mengambil sembarang dengan menggunakan tangan”. Karena kebanyakan penjual menyajikan dan menyiapkan menunya hanya menggunakan tangan, sehingga banyak yang menyebutnya Nasi Krawu/ Sego Krawu.

Cc: Nur Khafidloh

RUMAH MAKAN KLOTOK BOJONEGORO

Kali ini kami berencana icip-icip menu ikan bakar di salah satu rumah makan lesehan yang cukup terkenal bagi warga Cepu apalagi Padangan, Bojonegoro. Sekitar 30 s/d 40 menit untuk mencapai lokasi tersebut dari kota bojonegoro

Entah berapa kali kami berdua dahulu mendatangi spot kuliner tersebut. Namun untuk kali ini kami hendak berbagi informasi tentang salah satu spot kuliner yang menjadi favorit warga dari dua wilayah di atas.

Rumah Makan tersebut adalah Lesehan Ikan Bakar Klotok. Dinamai seperti itu karena secara umum konsep rumah makan tersebut berbentuk lesehan. Sementara Ikan Bakar merupakan menu andalan yang disajikannya. Dan Klotok adalah nama desa tempat di mana spot kuliner tersebut berada.

Lesehan Ikan Bakar Klotok berlokasi di Jl. Cepu – Surabaya, Desa Klotok, Kec. Padangan, Kab. Bojonegoro. Tidak jauh dari SPBU desa Klotok, petunjuk arah menuju spot kuliner ada di sana.

Oh ya .. spot kuliner ini bisa dikunjungi setiap hari kecuali hari Jumat, dari jam 09.00 s/d 19.00. Saking terkenalnya spot makan ini, tak heran jika setiap jam makan siang atau setiap liburan, pengunjungnya membludak hingga tak ada tempat atau balai yang tersisa. Kamipun pernah mengalaminya .. 🙂

Untuk memberikan pelayanan yang baik, pengelola rumah makan ini menyediakan area parkir yang cukup luas. Puluhan mobil dan sepeda motor dapat tertampung di dalamnya.







Menurut informasi, rumah makan ini merupakan pioner di daerah Bojonegoro yang menggabungkan konsep lesehan dengan pemancingan. Melihat kesuksesan dari rumah makan ini, maka menjamurlah di daerah Bojonegoro beragam rumah makan yang sejenis.




Untuk menikmati makanan yang dipesan, pengunjung dapat memilih balai-balai lesehan yang ada di sana. Balai-balai tersebut ditempatkan mengelilingi kolam pemancingan. Jadi selama menikmati ikan yang sudah dibakar, pengunjung akan ditemani oleh ikan-ikan yang tengah berenang di kolam tersebut.

Cc: Zahrotun Nisa

Wisata Bukit Mongkrang Karanganyar

Langit yang cerah di musim kemarau merupakan saat yang tepat untuk melakukan pendakian. Cuaca yang cerah membuat pemandangan indah di puncak gunung akan terlihat jelas.
Pendaki juga tidak perlu mengkhawatirkan cuaca buruk seperti hujan, angin kencang, atau badai. Pertengahan Mei sampai Pertengahan Agustus merupakan saat tepat untuk mendaki gunung karena kondisi yang sudah cerah, tetapi belum begitu kering karena kemarau.

Menuju Bukit Mongkrang tidaklah sulit. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari jalan utama Karanganyar-Magetan via Cemara Sewu. Jika membawa kendaraan, maka waktu tempuhnya adalah 5-10 menit dari Basecamp Pendakian Cemara Kandang dan Cemara Sewu. Menurut Google Maps pada Selasa (09/07/2019), area parkir kendaraan pengunjung yang akan mendaki Bukit Mongkrang adalah di Lapangan Tlogo Dlingo Karanganyar. Semua kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga mobil bisa diparkir di sini.

Harga tiket masuk Bukit Mongkrang juga cukup terjangkau. Pendaki hanya perlu membayar Rp 10.000. Pembayaran dilakukan dua kali, Rp 5.000 di area parkir dan Rp 5.000 lagi di pos retribusi. Biaya sebesar Rp 10.000 itu dibagi menjadi dua. Sebanyak Rp 5.000 untuk biaya parkir yang masuk ke kas Karang Taruna setempat. Sementara Rp 5.000 lainnya ditujukan untuk pengelolaan.

Sementara jika ingin berkemah, maka tarifnya adalah Rp 7.500 + Rp 5.000. Tentu harga yang harus dibayarkan tersebut tidak terlalu berat bagi kantong. Lebih baik siapkan uang pas jika hendak mendaki Bukit Mongkrang.

By : Unzila Ainurrohma Hardani

Wisata Telaga Sarangan Magetan Jawa Timur

Telaga Sarangan terletak di perbatasan antara Jawa Timur dengan Jawa Tengah tepatnya di bagian barat Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Telaga Sarangan terletak di lereng Gunung Lawu (3.265 m) yang memiliki alam pegunungan yang indah. Anda bisa menjadikan Telaga Sarangan sebagai salah satu alternatif liburan Anda kali ini. Ada banyak wisata alam menarik yang dapat dinikmati di sini. 

Wisata ke telaga tidak kalah seru, wisata alam ini menyajikan keindahan panorama dan ragam fasilitas yang bisa kamu manfaatkan untuk merefresh hari penatmu. Salah satunya ialah Telaga Sarangan, telaga yang berada di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Telaga Sarangan Magetan ini memiliki luas sekitar 30 hektar dan memiliki kedalaman hingga 28 meter. Tiap tahunnya, banyak pengunjung yang tertarik untuk mengunjungi objek wisata alam ini, karena dinginnya udara yang menyejukkan pikiran.

Destinasi wisata dengan harga terjangkau memang selalu menarik wisatawan lokal. Tiket Telaga Sarangan untuk orang dewasa sekitar Rp 19.000, untuk anak-anak berkisar Rp 14.000. Terjangkau kan?

Dengan harga segitu, kamu sudah bisa mendapatkan asuransi dari pihak Jasa Raharja. Sedangkan, untuk tarif parkir kamu dikenakan biaya sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan doa empat.

Selain menyuguhkan suasana tenang, kamu bisa memilih beberapa fasilitas seru yang bisa kamu coba, seperti naik speedboat.

Untuk memicu adrenalinmu, kamu bisa nih mengelilingi luasnya Telaga Sarangan dengan speedboat. Dari segi keselamatan, tenang saja kamu sudah mendapatkan pelampung yang siap kamu gunakan saat berkendara. Tarif yang dikenakan untuk menaiki speedboat dengan kapasitas 3-4 orang ini sekitar Rp 60.000 per satu putaran dan Rp 150.000 per tiga putaran.

By : Unzila Ainurrohma Hardani

Tepo Tahu Khas Magetan Jawa Timur

Tepo Tahu, Kuliner Khas Magetan yang Bikin Ketagihan – Salah Terselubung

Sajian kuliner khas Magetan ini terdiri dari irisan tahu berbentuk dadu yang digoreng cukup kering. Tahu goreng itu kemudian dicampur dengan kuah yang unik.

Kuah itu terbuat dari campuran kacang tanah goreng, cabai, bawang putih, dan sedikit garam yang digoreng bersama daun jeruk, kemudian digerus bersama air gula dan kecap secukupnya.

Tepo Tahu tidak menggunakan petis sebagai bumbu utamanya, melainkan diganti dengan kecap manis. Rasa manis dan asam begitu terasa di lidah saat kita mencicipi kuahnya.

Setelah itu bisa ditambahkan dengan kecambah pendek dan daun seledri secukupnya. Tambahan daun seledri inilah yang kerap menggugah selera para penikmat Tepo Tahu.

Tepo ini mirip lontong pada umumnya. Dibuat dari beras, lalu dibungkus dengan daun pisang berbentuk limas atau piramida. Setelah itu direbus selama beberapa jam hingga matang.

Penikmat Tepo Tahu tidak hanya berasal dari Magetan saja, namun juga dari daerah di sekitarnya. Bahkan tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ke Magetan mencicipi kelezatan kuliner khas ini.

By : Unzila Ainurrohma Hardani

Kulineran Gresik

Pudak Gresik
Pudak adalah makanan khas dari Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Makanan ini memiliki rasa manis yang bersumber dari gula sebagai bahan bakunya. Cara memasaknya yaitu dengan cara dikukus. Bahan baku untuk membuat makanan ini adalah; tepung beras, gula pasir/gula Jawa, dan santan kelapa yang dibungkus dengan ope (pelepah daun pinang). Selain bahan-bahan tersebut, pudak juga ada yang berbahan utama sagu dan biasa disebut pudak sagu. Pada awalnya terdapat 3 macam pudak antara lain; pudak putih (berbahan gula pasir), pudak merah (berbahan gula merah), dan pudak sagu (berbahan sagu).
Selain memiliki rasa yang khas, pudak juga memiliki bentuk kemasan yang unik. Dari bahan yang sudah mulai langka, pembuatannya kemasan pudak pun tidak sederhana. Pangkal pelepah daun pinang harus disamak lebih dahulu untuk memisahkan kulit luar dan kulit dalam. kulit bagian dalam inilah yang dimanfaatkan. Setelah dibersihkan dan dipotong-potong sesuai ukuran, kemudian dilipat dan dijahit dengan alur seperti huruf L tanpa sudut, sehingga sisi dan dasarnya tertutup dan membentuk ruang seperti gelas. Setelah adonan dituangkan, ujung kemasan yang terbuka dikuncupkan dan diikat, setelah itu dikukus.

Cc Nur Khafidloh

Kulineran Jakarta

RAGUSA ESKRIM ITALIA

Ragusa Eskrim Italia yang berada di salah satu sudut kota Jakarta ini merupakan kedai eskrim paling tua. Kedai ini dibangun oleh dua bersaudara bernama Luige Ragusa dan vincenzo ragusa pada tahun 30 an. Kedua bersaudara ini mendapatkan ide membuat eskrim dikarenakan mendapat susu sapi dari seorang wanita eropa pemilik peternakan sapi. Didalam kedai ini akan dipenuhi oleh nuansa restoran klasik. Bangku dan rotan masih digunakan di kedai ini. Kedai ini dibangun tidak terlalu besar sehingga seringkali pengunjung tidak mendapatkan tempat, sehingga harus mengantri hingga panjang dan tidak mendapatkan tempat duduk. Es krim varian coupe de massion menjadi salah satu menu yang paling sering dipesan karena terkenal dengan masih dan gurih yang bercampur menjadi satu hingga dapat memamjakan lidah penikmat. Untuk harga yang diberikan oleh kedai eskrim ini dapat dijangkau oleh berbagai kalangan usia. Harga yang diberikan berkisar 15.000 hingga 35.000. kedai raguna ini buka dari jam 10.00 hingga jam 22.30 malam. disarankan dengan sangat kepada pengunjung untuk tidak berkunjung pada saat siang hari untuk menghindari antrian yang panjang.

By : Qurrata A’yun

SEGO BUWUHAN, KULINER KHAS BOJONEGORO

Menikmati masakan khas desa Sego Buwuhan, Sego Buwuwhan mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Bojonegoro, karean masakan tersebut menjadi salah satu kuliner khas di Kabupaten Bojonegoro ini. Bagi anda yang belum mengenal Sego Buwuhan, makanan tersebut terdiri dari nasi putih, momok tempe, mie kuning, sayur nangka muda, dan sate daging. Penyajiannya juga menggunakan daun jati, sama persis seperti nasi hajatan.
Salah satu penjual sego buwuhan yang ada di Kota Bojonegoro adalah Warung Sincin, yang berada di Jalan MH Thamrin Gang Mawar, Kauman, Bojonegoro. Yang lokasinya berada dipinggir sungai Begawan Solo.
Pemilik warung Sego Buwuhan, Puspita Sari mengatakan, bahwa awalnya ia memiliki ide mendirikan warung dengan menu Sego Buwuhan tersebut karena menu tersebut jarang ditemui, karena pada sejatinya Sego Buwuhan itu hanya didapatkan dari orang yang sedang buwuh (kondangan) dari orang yang memiliki hajatan.

By : Zahrotun Nisa

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai